Social Media Marketing Indonesia

Social Media Marketing Indonesia, Berikut artikel mengenai Panduan Lengkap Social Media Marketing Indonesia, Social media marketing atau pemasaran media sosial kini tidak dapat dipandang sebelah mata. Bahkan media sosial menjadi ujung tombak pemasaran saat ini. Sebab di media sosial lah Anda bisa menemukan konsumen yang tepat dan membangun citra perusahaan.

Perlu menggunakan strategi yang handal agar hasil yang didapat dari social media marketing memuaskan. Pada artikel ini Anda akan belajar social media marketing secara lengkap.

Apa Itu Social Media Marketing Indonesia?

Social media marketing Indonesia adalah kegiatan mempromosikan produk atau layanan di platform media sosial di negara Indonesia dengan menggunakan strategi tertentu. Definisi dari Social media marketing Indonesia, yaitu mempromosikan produk atau layanan di media sosial yang banyak di gunakan oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, inti sebenarnya dari social media marketing terletak pada strateginya.

Anda tidak bisa hanya sekadar membuat akun bisnis Anda di media sosial lalu membuat konten tanpa strategi.

Media Sosial Populer di Indonesia

Sebelum membuat strategi social media marketing, ada baiknya Anda memahami sekilas tentang penggunaan media sosial di Indonesia. Meskipun kebanyakan media sosial bersifat global yang bisa menghubungkan penggunanya tanpa batas geografis, media sosial populer di setiap negara berbeda-beda.

Misalnya, popularitas WhatsApp memang tinggi di Indonesia, tetapi tidak begitu populer di Korea Selatan. Twitter bisa jadi merupakan media sosial populer di Indonesia, tetapi popularitasnya belum tentu sama di Myanmar, misalnya.

Berdasarkan riset We Are Social 2018, 10 platform media sosial paling populer di Indonesia adalah sebagai berikut: YouTube, Facebook, WhatsApp, Instagram, LINE, BBM, Twitter, Google+, FB Messenger, dan LinkedIn.

Apakah Anda harus melakukan kampanye social media marketing di semua platform tersebut? Tentu saja tidak. Anda perlu melakukan riset untuk menentukan platform mana yang paling cocok dan paling menghasilkan untuk bisnis Anda.

Sebagai gambaran singkat, berikut adalah beberapa profil pengguna media sosial Indonesia:

Strategi Social Media Marketing Indonesia

Mengelola media sosial di Indonesia tanpa strategi sama saja bekerja tanpa rencana. Tidak jelas target apa yang ingin dicapai, siapa yang ingin dijangkau, dan masalah apa yang ingin diselesaikan. Menjalankan social media marketing tanpa strategi akan berakibat negatif terhadap bisnis Anda. Oleh karena itu, langkah pertama social media marketing adalah menyusun strategi. Berikut adalah langkah-langkah menyusun strategi untuk kampanye media sosial Anda:

1. Riset Audiens

Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, Anda tidak bisa menggunakan semua platform untuk kampanye media sosial Anda. Sebab masing-masing bisnis memiliki target konsumen yang berbeda dan setiap platform media sosial juga memiliki karakteristik pengguna masing-masing.

Bisa jadi sebuah bisnis perlu melakukan kampanye media sosial di Instagram, Facebook, dan Twitter. Sedangkan bisnis lainnya mungkin hanya perlu menggunakan Instagram saja. Mungkin bisnis Anda perlu melakukan pemasaran media sosial di Instagram, LinkedIn, dan LINE.
Bagaimana menentukan media sosial yang cocok untuk bisnis Anda? Jawabannya adalah riset. Anda perlu melakukan riset audiens untuk menentukan media sosial mana yang paling cocok untuk bisnis Anda.

Salah satu cara metode riset audiens yang efektif adalah teknik Bulls Eye yang dikembangkan oleh Gabriel Weinberg dan Justin Mares untuk memetakan strategi pemasaran di media sosial.

2. Buat Goals yang Jelas

Strategi apa pun jika tidak memiliki goals atau tujuan yang jelas tidak dapat disebut sebagai strategi yang baik. Begitu juga dengan strategi social media marketing. Anda harus menentukan tujuan social media marketing terlebih dahulu sebelum memulai kampanye di media sosial.

Goals social media marketing Anda harus spesifik dan terukur. Jika ini adalah kali pertama Anda menyusun strategi social media marketing, mungkin Anda masih bingung tujuan seperti apa yg harus Anda tetapkan. Salah satu contoh tujuan social media marketing adalah meningkatkan

Brand Awareness

Media sosial adalah platform di mana konsumen Anda menghabiskan sebagian besar waktunya di internet. Menurut riset APJII, pengguna internet Indonesia menghabiskan 87,13 persen waktunya di internet untuk mengakses media sosial.

Hal ini tentu sebaiknya dimanfaatkan untuk membangun persona brand Anda di platform media sosial. Jangan fokus pada konten-konten promosi saja, tetapi isi media sosial bisnis Anda dengan konten yang mampu menunjukkan persona merek Anda sehingga konsumen Anda selalu mengingat merek Anda.

3. Gunakan Metrik yang Jelas

Dari dua langkah pertama, Anda sudah mendapatkan goals dan target audiens social media marketing Anda. Agar bisa selalu mengevaluasi performa strategi social media marketing, Anda perlu menetapkan metrik yang jelas dan terukur.

Metrik berguna untuk mengukur goals atau tujuan strategi social media marketing Anda. Jadi Anda bisa mengetahui apakah goals Anda sudah tercapai atau belum melalui metrik ini.

Berikut adalah beberapa metrik yang sering digunakan di kampanye media sosial:

Reach

Reach adalah jumlah unique user yang melihat postingan Anda di media sosial

Engagement

Engagement adalah jumlah interaksi di konten media sosial Anda.

Hashtag and Keyword Performance

Hashtag dan Keyword Performance adalah performa konten media sosial Anda di hashtag dan keyword tertentu

4. Riset Kompetitor

Hampir semua pemilik bisnis kini memanfaatkan media sosial untuk pemasarannya. Begitu juga dengan kompetitor Anda. Supaya bisa memenangkan kompetisi di media sosial, Anda perlu melakukan riset terhadap kompetitor bisnis Anda.

Pelajari seperti apa bentuk kampanye media sosial kompetitor Anda. Keyword apa yang mereka gunakan, hashtag apa yang mereka gunakan, hingga konsep konten seperti apa yang mereka terapkan. Bukan berarti Anda mencuri ide kompetitor, tetapi lebih sebagai analisis untuk pertimbangan dalam menjalankan strategi media sosial Anda.

5. Buat Konten yang Relevan dan Menarik

Setelah menentukan platform media sosial yang cocok, menemukan target audiens, dan menetapkan goals, kini saatnya Anda membuat konten.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membuat konten. Sebab ada beberapa konten yang bukannya mendatangkan keuntungan, bahkan bisa membuat orang unfollow atau unlike media sosial bisnis Anda. Berikut adalah enam faktor seseorang unfollow/unlike profil media sosial sebuah bisnis berdasarkan riset Sprout Social:

Terlalu Banyak Konten Promosi (46 persen responden)

Terlalu banyak konten promosi akan menyebabkan orang meninggalkan media sosial Anda. Namun, membuat konten non-promosi berlebihan juga bisa berakibat buruk, yaitu menurunnya pembelian. Oleh karena itu, Anda perlu membuat konten yang seimbang antara konten promosi dan non-promosi.

Konten Tidak Relevan (41,1 persen responden)

Konten yang tidak relevan dengan bisnis Anda akan membuat orang bingung, “Brand ini jualan apa sih?”. Kebingungan konsumen akan berbuntut pada ketidakyakinan mereka terhadap produk Anda. Jadi selalu pastikan konten yang Anda rilis relevan dengan bisnis/layanan Anda.

Terlalu Sering Posting (34,9 persen responden)

Jangankan brand yang terlalu sering posting. Bahkan teman sendiri yang terlalu sering posting pun akan di-unfollow. Sebaiknya buat jadwal posting konten media sosial dengan jumlah posting per hari yang masih masuk akal. Tentu jumlah posting per hari untuk setiap bisnis berbeda-beda. Anda perlu melakukan berbagai riset dan percobaan untuk menentukan jumlah posting per hari yang pas.

Istilah Tidak Cocok dengan Brand (29,9 persen responden)

Istilah dan jargon yang Anda gunakan juga perlu menjadi perhatian. Gunakanlah istilah dan jargon yang bisa dipahami oleh konsumen Anda. Penggunaan istilah dan jargon yang tidak sesuai dengan bisnis Anda akan membingungkan konsumen.

Media Sosial Terlalu Sepi (17,9 persen responden)

Terlalu banyak posting tidak baik. Begitu juga dengan terlalu sedikit posting. Terlalu sedikit posting akan membuat konsumen berasumsi bisnis Anda sudah tidak aktif lagi. Tentukan porsi posting di media sosial yang pas melalui riset dan percobaan.

Tidak Menjawab Pesan (15,3 persen responden)

Salah satu fungsi media sosial adalah untuk menghubungkan konsumen dengan bisnis Anda. Jika Anda tidak interaktif dalam komunikasi dengan konsumen tentu akan membuat konsumen merasa tidak dihargai dan meninggalkan bisnis Anda.

Enam poin di atas bisa sedikit memberikan gambaran bagaimana mengelola konten media sosial yang efektif.

6. Tentukan Waktu Posting yang Tepat

Kelebihan media sosial dari platform-platform marketing lainnya adalah memungkinkan Anda untuk memiliki komunikasi dua arah dengan konsumen. Hal ini juga menuntut Anda untuk selalu hadir di media sosial setiap saat.

Untuk menemukan waktu yang tepat untuk merilis konten media sosial juga memerlukan riset dan percobaan. Sebab setiap bisnis punya karakteristik dan kebiasaan konsumen yang berbeda-beda. Selain itu, masing-masing platform media sosial juga memiliki kebiasaan pengguna yang berbeda-beda.

Setelah menemukan waktu terbaik untuk merilis konten media sosial, sebaiknya buat juga jadwal konten media sosial. Dengan adanya jadwal, Anda bisa mengatur konten apa saja yang perlu diproduksi dalam kurun waktu tertentu. Anda bisa membuat jadwal konten media sosial mingguan, bulanan, atau tahunan.

7. Manfaatkan Ads

Jangkauan di media sosial tidak hanya didapatkan melalui jangkauan organik saja. Anda juga bisa memanfaatkan layanan ads masing-masing platform media sosial untuk meningkatkan jangkauan postingan media sosial Anda.

Terlebih lagi timeline media sosial seperti Instagram dan Facebook menerapkan sistem acak, bukan lagi berdasarkan waktu posting. Hal ini bisa menyebabkan konten media sosial Anda terlewat. Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan layanan ads. Untuk itu Anda bisa memanfaatkan layanan ads media sosial. Membuat ads sangatlah mudah. Anda bisa mengikuti panduan cara membuat Facebook Ads dan cara membuat Instagram Ads.

8. Evaluasi Performa

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah evaluasi performa strategi social media marketing Anda. Tanpa evaluasi Anda tidak bisa mengetahui apa yang perlu dipertahankan, apa yang perlu ditiadakan, dan apa yang perlu ditingkatkan.

Agar evaluasi strategi social media marketing lebih efektif, Anda memerlukan bantuan aplikasi pengelola media sosial. Kebanyakan aplikasi pengelola media sosial memang berbayar, tetapi penting untuk keberlangsungan strategi social media marketing Anda.

Dengan menggunakan platform pengelola media sosial, Anda bisa mendapatkan analisis dan insight mendalam mengenai kampanye media sosial Anda. Beberapa platform pengelola media sosial yang cukup terkenal adalah SproutSocial, Buffer, HootSuite, dan lain-lain.

Mengelola media sosial untuk bisnis tidak sama dengan mengelola media sosial untuk pribadi. Di akun media sosial pribadi Anda bisa dengan bebas membuat konten apa saja, posting kapan saja, tanpa perlu mempertimbangkan audiens.

Ketika mengelola akun media sosial untuk bisnis Anda memerlukan strategi yang matang dan terukur agar bisa mencapai tujuan yang menguntungkan bisnis Anda. Untuk membuat strategi yang baik Anda membutuhkan banyak riset dan percobaan. Strategi di artikel ini adalah dasar-dasar social media marketing yang bisa Anda modifikasi sesuai kebutuhan bisnis Anda. Selamat mencoba!

Cara Memaksimalkan Media Sosial untuk Bisnis Online

Zaman selalu berubah, begitu juga dengan tren marketing. Tren marketing selalu berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Apalagi bagi pemilik bisnis online yang sudah pasti hampir semua aktivitas marketingnya terjadi di dunia maya. Marketing channel atau kanal marketing yang dapat digunakan pemilik bisnis online pun banyak dan bervariasi. Salah satu peluang besar yaitu melakukan kegiatan marketing melalui media sosial untuk bisnis online.

Apa yang di maksud dengan Media Sosial?

Media sosial adalah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Saat ini terdapat berbagai macam media sosial untuk bisnis. Beberapa contoh media sosial untuk bisnis diantaranya Facebook, Youtube, Blog, Instagram, Twitter, Snapchat, LINE, dan Pinterest. Mungkin beberapa dari Anda sudah memanfaatkan media sosial untuk bisnis yang sedang Anda geluti.

Kehadiran media sosial ini penting untuk meningkatkan pengunjung ke website bisnis online Anda. Di mana website Anda berfungsi sebagai media bisnis online dan media sosial berfungsi sebagai marketing channel atau kanal marketing. Sederhananya adalah media sosial adalah jembatan yang mengarahkan orang-orang untuk mengunjungi website toko online yang Anda jalankan.

Mengapa Menggunakan Media Sosial untuk Bisnis?

Adalah hal wajib bagi pemilik bisnis online untuk memanfaatkan media sosial sebagai kanal marketing. Mengingat masyarakat Indonesia memang merupakan masyarakat yang aktif di jejaring sosial.

Menurut data yang dirilis We Are Social, penggunanya di Indonesia mencapai 130 juta orang dan waktu yang dihabiskan di jejaring sosial per harinya adalah 3 jam 23 menit. Tentunya Anda tidak mau melewatkan kesempatan besar untuk mendapatkan konsumen melalui jejaring sosial yang potensial.

Dengan begitu besarnya potensi memasarkan bisnis online melalui jejaring sosial, Anda tidak dapat serta merta terjun begitu saja menggarap kanal marketing yang luas tersebut. Diperlukan strategi komunikasi yang matang agar pasar di jejaring sosial ini tergarap dengan efektif dan efisien.

Fungsi Media Sosial untuk Bisnis

Memperluas Jaringan

Media sosial merupakan salah satu cara paling efektif untuk memasarkan bisnis online Anda. Melalui media sosial, Anda dapat menjangkau lebih banyak orang untuk mengetahui produk-produk yang Anda tawarkan yang mungkin tidak dapat dijangkau dengan media iklan lain. Kesadaran akan pentingnya media sosial bagi pertumbuhan bisnis online Anda akan semakin membuka kesempatan untuk berkembang dan lebih banyak menarik konsumen.

Meningkatkan Popularitas Produk

Sediakan tempat bagi pelanggan untuk mengetahui setiap produk dan produk baru yang Anda tawarkan. Anda dapat meningkatkan kesadaran konsumen dengan memberikan penawaran-penawaran terbaik yang bisa membuat mereka tertarik dan ingin mengetahui lebih detail mengenai produk yang ditawarkan. Apalagi jika media sosial Anda memiliki banyak followers, media sosial akan menjadi cara yang paling ampuh untuk memasarkan bisnis Anda.

Dapatkan Pelanggan Baru

Selain kesadaran produk, media sosial merupakan cara paling efektif untuk mengarahkan konsumen baru ke website Anda. Arahkan konsumen baru ke halaman yang memberikan informasi-informasi yang mungkin mereka butuhkan atau cari. Anda juga dapat memberikan promo-promo khusus bagi konsumen baru misalnya saat mereka mendaftar newsletter. Tentunya dengan semakin banyak konsumen baru yang berpotensi menjadi konsumen loyal, maka bisnis Anda juga akan semakin berkembang.
Meningkatkan Pengunjung Website dan Peringkat Search Engine

Jika Anda menjalankan bisnis online, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pengunjung website dan peringkat pada search engine. Sosial media dapat membantu meningkatkan peringkat di search engine dengan meningkatkan traffic dan backlink yang mengarah ke website Anda. Jika informasi yang Anda berikan melalui sosial media dianggap penting oleh pengunjung, mereka akan membagikan informasi tersebut ke sosial media mereka sendiri dan tentu saja ini akan berguna untuk meningkatkan traffic website Anda.

Menjaga Hubungan Baik dan Kepuasan Pelanggan

Setelah konsumen membeli produk Anda, pelayanan yang Anda berikan tidak hanya sampai pada saat konsumen membayar. Namun Anda tetap harus memberikan pelayanan setelah pembelian produk dengan memberikan tanggapan terhadap kritik dan saran yang mereka sampaikan serta berikan solusi terbaik bagi permasalahan yang mereka hadapi. Dengan baiknya penanganan terhadap konsumen, akan tercipta juga hubungan yang baik antara Anda dan pelanggan.

Lalu bagaimana cara terbaik untuk memulai membuat strategi komunikasi di media sosial yang baik? Berikut adalah langkah-langkah dari awal sampai akhir untuk memenangkan pasar potensial melalui media tersebut:

Teknik Bulls Eye (Infografis)


eknik Bulls Eye ini adalah teknik yang dikembangkan oleh Gabriel Weinberg dan Justin Mares dalam buku berjudul Traction untuk memetakan strategi pemasaran di media sosial. Para pemilik bisnis bisa mengaplikasikan teknik ini untuk menentukan media mana yang cocok sebagai kanal marketing utama bisnis online-nya. Teknik ini terdiri dari lima langkah: Brainstorming, Rank, Prioritize, Test, dan Focus On.

Brainstorming

Tujuan dari brainstorming ini adalah menganalisis potensi setiap media sosial untuk bisnis online Anda. Buat list berisi semua media sosial populer yang ada tanpa terkecuali.

Masukkan juga ide-ide yang bisa diaplikasikan di setiap media tersebut. Di tahap ini Anda baru membuat hipotesis atau dugaan, memperkirakan sosial media untuk bisnis yang cocok untuk pasar bisnis unline Anda.

Rank

Pada tahap ini, Anda mulai mengelompokkan media-media yang ada di daftar tadi ke dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah Inner Circle, yaitu media sosial yang paling menjanjikan dan ide-ide yang paling menarik.

Kelompok kedua adalah Potential, yaitu media sosial yang mungkin berhasil, tetapi tidak semenjanjikan kategori pertama. Kategori ketiga adalah Long-Shot, yaitu media sosial yang memerlukan waktu lama dalam mengaplikasikan ide-ide di tahap pertama.

Prioritize

Setelah mengelompokkan media sosial dalam tiga kategori, sekarang adalah saatnya untuk fokus pada satu kategori, yaitu Inner Circle. Inner Circle ini adalah perkiraan media sosial yang paling menjanjikan untuk bisnis online Anda.

Setidaknya ada tiga media sosial di kategori Inner Circle ini. Alasan mengapa jumlahnya harus tiga adalah Anda akan menguji tiga media ini di tahap selanjutnya.

Jika Anda hanya memiliki satu media di kategori ini, Anda tidak dapat mengetahui potensi dari media lain yang mungkin menjanjikan. Tiga media sosial dianggap sebagai jumlah ideal untuk melakukan eksperimen.

Test

Tahap ini adalah di mana Anda menerapkan ide-ide yang telah Anda tuliskan di tiga media sosial yang ada di kategori Inner Circle. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengetahui media mana yang layak dijadikan kanal marketing utama.

Di tahap ini eksperimen di tiga media sosial dilakukan secara bersamaan agar tidak ada bias pada salah satu media. Harus diingat bahwa proses eksperimen ini bukan untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya dari satu media sosial saja.

Eksperimen ini berfungsi untuk mengumpulkan data dan membuktikan asumsi awal. Jadi dasar menentukan media mana yang cocok untuk bisnis online Anda bukan sebatas asumsi, tetapi berdasarkan data.

Focus On

Jika eksperimen di atas berjalan lancar, Anda akan mendapatkan data yang menunjukkan satu media yang paling sesuai untuk bisnis online Anda. Kemudian mulai arahkan usaha dan sumber daya untuk menunjukkan daya tarik produk Anda ke satu media sosial tersebut.

Tujuan dari tahap ini adalah memeras semua usaha untuk meningkatkan daya tarik produk pada satu kanal marketing saja. Agar mendapatkan hasil efektif, Anda harus terus menerus melakukan eksperimen di media sosial pilihan ini untuk menemukan cara paling optimal meningkatkan pertumbuhan penjualan.

Semakin banyak eksperimen yang dilakukan pada kanal marketing pilihan ini, Anda akan menemukan taktik marketing paling efektif sampai media sosial tersebut tidak lagi relevan.
Kemungkinan hasil akhir Teknik Bulls Eye dari setiap bisnis online akan berbeda-beda karena setiap jenis industri memiliki karakteristik masing-masing. Pendekatan marketing di media sosial yang digunakan pun berbeda.

Akan tetapi, ada beberapa prinsip dasar untuk melakukan pemasaran melalui media sosial. Prinsip dasar ini berlaku untuk semua jenis media. Berikut adalah beberapa prinsip dasar pemasaran melalui media sosial yang dapat Anda aplikasikan:

Tips-Tips Mengelola Media Sosial Bisnis di Indonesia

Bentuk Tim Pengelola

Dengan memiliki tim khusus pengelola sosial media untuk promosi bisnis online, pembuatan strategi komunikasi akan lebih mudah. Anda bisa mengatur tim dengan memberlakukan rotasi atau pergantian shift setiap berapa waktu sekali. Anda hanya perlu menentukan guideline sehingga tim Anda bisa konsisten mengelolanya.

Tim pengelola ini penting karena tidak mungkin menyerahkan pekerjaan besar ini hanya kepada satu orang. Bekerja dalam tim akan membuat pengelolaan akan lebih ringan sehingga bisnis online Anda bisa selalu aktif. Karena idealnya sebuah bisnis online harus responsif setiap saat.

Buat Komitmen

Mengelola media sosial sebuah bisnis online bisa jadi hal yang menantang dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sebelum mulai pengelolaan, pastikan semua anggota tim pengelola menjadikan pekerjaan ini sebagai prioritas.

Komitmen ini adalah pengingat untuk anggota tim bahwa tanggung jawab mereka besar karena kanal marketing adalah jembatan bagi para konsumen untuk datang ke bisnis online Anda.

Tentukan Tujuan

Buatlah strategi dengan tujuan jelas dan terukur keberhasilannya. Jangan mengelola media sosial tanpa rencana dan tujuan jelas. Pikirkan bagaimana dengan memanfaatkan kanal marketing ini, Anda dapat meningkatkan brand awareness produk.

Tingkat keberhasilan dari strategi Anda harus terukur agar lebih mudah ketika melakukan evaluasi. Buatlah tujuan yang menantang, tetapi tetap mungkin untuk dicapai.

Buat Kalender Konten
Banyak perusahaan yang belum sepenuhnya mengerti bahwa media sosial adalah sebuah kanal marketing mandiri. Mengelola kanal marketing ini tidak bisa asal posting jika ingin membentuk komunitas konsumen yang aktif dan loyal.

Buatlah jadwal konten yang menyeluruh dalam kurun waktu tertentu. Anda juga perlu merencanakan kapan konten harus dirilis dan di kanal yang mana.

Buatlah Konten yang Menarik

Pemilik bisnis online dituntut untuk selalu kreatif dalam menyediakan konten agar bisa menarik perhatian orang-orang di jejaring sosial. Konten marketing yang tersebar di jejaring sosial banyak jumlahnya, Anda harus punya konten yang segar dan kreatif untuk bisa menonjol di antara pesaing-pesaing Anda.

Dengarkan Konsumen

Media sosial untuk dengarkan konsumen

Media sosial menyediakan platform terbuka yang memungkinkan pemilik bisnis online untuk berkomunikasi dua arah dengan konsumennya. Jadi kanal marketing ini tidak hanya berfungsi untuk mempromosikan produk, tetapi juga sebagai media untuk mendengarkan konsumen.

Manfaatkan jejaring sosial untuk memahami konsumen, apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Pendekatan seperti ini tidak hanya akan membantu para pemilik bisnis untuk mengerti konsumennya, tetapi dapat dimanfaatkan pula sebagai kesempatan untuk membentuk konsumen yang loyal.

Passion

Salah satu rintangan terbesar dalam mengelola media sosial adalah keharusan untuk merilis konten baru secara teratur. Pemilik bisnis haruslah memiliki passion di bisnis yang ia jalani. Hal ini penting agar pemilik bisnis agar selalu semangat untuk mencari ide-ide baru di kanal marketing ini.

Ketika pemilik bisnis online dan tim memiliki passion yang sama akan lebih mudah untuk melakukan brainstorming ide-ide untuk strategi bisnis online yang mereka jalani.

Monitor

Mengelola media sosial tidak hanya berhenti pada membuat strategi komunikasi dan guideline pembuatan konten untuk perusahaan Anda. Setelah itu Anda juga perlu memonitor perkembangannya secara teratur dan melakukan evaluasi secara berkala.

Seperti yang sudah disebutkan di poin sebelumnya bahwa harus ada tingkat keberhasilan terukur dalam pengelolaan sebuah kanal marketing. Di poin inilah Anda dapat mengukur tingkat keberhasilan tersebut. Lakukan monitor media secara reguler agar dapat diketahui perkembangan yang ada.

Dengan melakukan monitoring ini, Anda dapat menganalisis strategi seperti apa yang paling efektif, strategi mana yang kurang efektif, kapan waktu terbaik untuk merilis konten baru, apa saja feedback dari konsumen, dan strategi seperti apa yang harus diambil ke depannya berdasarkan data.

Kesimpulan

Untuk mengembangkan produk dan jasa, sebuah bisnis online membutuhkan feedback dari konsumen mengenai produk dan jasa yang mereka jual sebelumnya. Dan media sosial adalah kanal marketing yang berperan besar dalam mendapatkan pengalaman konsumen tersebut.

Pemasaran online menggunakan media sosial ini mempermudah pemilik bisnis online untuk mempelajari konsumen lebih cepat. Data pengalaman konsumen yang didapatkan melalui jejaring sosial dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk membuat keputusan lebih baik ke depannya.

Dengan menguasai strategi pemasaran di jejaring sosial, Anda dapat memperluas pasar bisnis online Anda. Semakin banyak orang yang mengetahui produk Anda melalui jejaring sosial, kemungkinan semakin banyak juga orang yang akan berbelanja di website Anda.
Harus selalu diingat bahwa toko online Anda sebenarnya adalah di website dan media sosial menjadi jembatan yang mengarahkan orang-orang ke website Anda. Jika Anda belum memiliki website resmi untuk bisnis online Anda, Anda dapat mengunjungi laman ini untuk membeli hosting dan domain untuk website Anda.

Demikian langkah-langkah memaksimalkan media sosial agar bisnis online Anda semakin sukses. Website dan media sosial adalah dua hal yang selalu berhubungan dalam meningkatkan kesuksesan dalam bisnis online. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Maksimalkan pemasaran di media sosial untuk meningkatkan konsumen di website bisnis online Anda.

Sumber:https://www.niagahoster.co.id/

Comments

Read previous post:
3 Cara Menambahkan Lokasi Bisnis di Google Maps

Google Maps memudahkan pengguna untuk menemukan lokasi apa saja di internet, dari kantor, rumah, restoran, hingga lokasi bisnis. Coba cek,...

Close